Ciri-Ciri Gangguan Kesehatan Mental

Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Menjaga kesehatan lahiriah itu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan mental. Perlu dipahami, gangguan kesehatan mental sebenarnya suatu kondisi yang umum terjadi. Sama seperti penyakit pada lahiriah, gangguan kesehatan mental juga perlu diatasi, supaya tidak mengganggu mutu hidup pengidapnya.

Kalau diterangkan secara medis, gangguan kesehatan mental terjadi saat keseimbangan kimiawi di otak terganggu. Kesudahannya, terjadilah gangguan pada metode berdaya upaya, bertindak, dan merasakan sesuatu, serta metode melihat semua sesuatu dalam kehidupan. Langsung, bagaimana ciri seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental?

Ciri-Ciri Gangguan Kesehatan Mental

Hakekatnya, jikalau mengobrol mengenai gangguan kesehatan mental, jenisnya ada banyak sekali. Beberapa yang umum terjadi yaitu depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, PTSD, OCD, dan psikosis.

Ada macam gangguan kesehatan mental yang cuma terjadi pada suatu klasifikasi orang, contohnya postpartum depression yang cuma terjadi pada wanita sesudah melahirkan.  Meskipun jenisnya banyak, ada beberapa gejala umum yang dialami seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Baca juga:

Bagaimana Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Pria Yang Benar

Strategi Gaya Hidup untuk Menghindari Kanker

Gangguan kesehatan mental juga bisa memengaruhi kesehatan lahiriah.  Itulah sebabnya orang dengan gangguan kesehatan mental sering kali mengeluhkan gejala yang mengganggu kehidupan dan pekerjaan mereka. Gejala tersebut berupa perubahan suasana hati, kepribadian, adat istiadat, dan penarikan diri dari lingkungan sosial.

Secara umum, berikut ini ciri-ciri seseorang mengalami gangguan kesehatan mental:

  • Merasa sedih berkepanjangan, kadang tanpa sebab yang terang.
  • Mati rasa atau tidak peduli dengan lingkungan sekitar.
  • Merasa lelah yang signifikan, tidak berenergi, dan mengalami keadaan sulit tidur.
  • Kali marah berlebihan dan amat peka.
  • Merasa putus cita-cita dan tidak berdaya.
  • Kali merasa kebingungan, khawatir, atau takut.
  • Memiliki pengalaman buruk yang tidak bisa dilupakan.
  • Mengalami delusi, paranoia, atau halusinasi.
  • Merasa sulit untuk berkonsentrasi.
  • Merasa takut atau khawatir berlebihan, atau dihantui perasaan bersalah.
  • Perubahan suasana hati yang drastis.
  • Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
  • Tidak kapabel memecahkan stres atau keadaan sulit sehari-hari.
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Apa Penyebab Gangguan Kesehatan Mental?

Hakekatnya, hampir tiap gangguan kesehatan mental tidak bisa diketahui penyebabnya secara pasti. Berbeda dengan penyakit lahiriah, gangguan kesehatan mental bisa terjadi sebab pelbagai unsur atau kombinasinya. Namun, secara umum, berikut ini hal yang bisa jadi unsur pemicu gangguan kesehatan mental:

  • Stres berat atau berkepanjangan.
  • Mengalami peristiwa traumatis, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau melanggar hukum yang pernah dialami di masa lalu.
  • Kekerasan dalam rumah tangga.
  • Kekerasan atau pelecehan saat masih kecil.
  • Faktor genetika atau keturunan.
  • Kelainan pada struktur kimia otak.
  • Pernah mengalami cedera kepala berat.
  • Merasa terisolasi secara sosial atau kesepian.
  • Menjadi pengangguran atau kehilangan pekerjaan.
  • Mengalami kerugian sosial, kemiskinan atau terlilit hutang.
  • Mengalami diskriminasi dan stigma negatif.
  • Kematian orang terdekat.
  • Menjadi tunawisma atau lingkungan perumahan yang buruk.
  • Sedang merawat anggota keluarga atau teman.

Untuk mengetahui apa penyebab pasti dari gangguan kesehatan mental yang dialami, dibutuhkan konseling lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Jadi, jangan takut minta bantuan profesional, jikalau mengalami gejala gangguan kesehatan mental.  Perawatan dan pengobatan yang pas bisa membuat gangguan mental yang dialami bisa sembuh dengan pesat.

Meskipun ada juga beberapa orang yang membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk pulih. Namun, kian pesat gejala gangguan kesehatan mental disadari dan diobati, kesempatan untuk sembuh pun akan cukup besar.