Ini Metode Untuk Menghilangkan Penyebab Migrain Yang Dapat Memicu Serangannya

Migrain yaitu serangan sakit kepala sebelah ekstrem dan melemahkan, yang kerap kali didahului atau disertai dengan gangguan panca indera dan pencernaan. Bila tidak dikendalikan, serangan hal yang demikian akan terus berulang, semakin kerap kali, bahkan bisa menjadi kronis. Oleh karena itu, mengetahui apa penyebab sakit kepala migrain beserta pemicu yang membuat Anda kerap kali kambuh bisa membantu membatasi penyakit ini.

Apa penyebab migrain?
Migrain yaitu salah satu variasi sakit kepala yang umum terjadi. NHS menyebut, satu dari lima orang wanita mengidap penyakit ini, walaupun mahjong ways 2 kemungkinan pada pria sebesar satu dari 15 orang.

Walaupun umum, hingga saat ini akar penyebab penyakit migrain masih belum bisa dipastikan. Kemungkinan, migrain disebabkan oleh gangguan neurologis dan perubahan aktivitas otak yang memengaruhi sinyal saraf, bahan kimia, dan pembuluh darah di otak.

Diinfokan dari Mayo Clinic, perubahan pada batang otak dan interaksinya dengan saraf trigeminal (jalur nyeri utama) mungkin terlibat dalam terjadinya migrain. Kecuali itu, ketidakseimbangan bahan kimia otak, termasuk serotonin, juga berperan dalam membatasi rasa sakit di metode saraf.

Serotonin memainkan banyak peran dalam tubuh manusia, dan bisa berpengaruh pada pembuluh darah. Ketika kadar serotonin tinggi, pembuluh darah menjadi mengerut (menyusut), walaupun saat kadar serotonin menurun, pembuluh darah menjadi membesar (membengkak). Pembengkakan inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri pada penderita migrain.

Kecuali serotonin, pelepasan zat kimia prostaglandin juga disebut menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di sekitar ujung saraf, sehingga menimbulkan rasa nyeri pada penderita migrain. Walaupun demikian, penyebab pasti terjadinya perubahan aktivitas otak dan bahan kimia hal yang demikian masih belum diketahui.

Para peneliti menyangka, ada unsur genetika yang mungkin bisa memicu migrain. Artinya, migrain mungkin yaitu penyakit keturunan atau ada gen tertentu yang diturunkan dalam keluarga. Tetapi, unsur lingkungan dan gaya hidup juga disebut berperan dalam menyebabkan penyakit ini.