Pentingnya Pengetahuan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja

Metode reproduksi yakni sekumpulan organ yang melaksanakan fungsi perkembangbiakkan pada manusia. Metode ini mulai maksimal fungsinya saat memasuki masa baligh. Namun, organ reproduksi yakni salah satu organ yang cukup rentan terkena infeksi sekaligus penyakit. Maka dari itu, perlu dilakukan pencegahan timbulnya penyakit dengan metode menjaga kesehatan reproduksi semenjak dini khususnya pada remaja.

Deskripsi Kesehatan Reproduksi
Istilah reproduksi berasal dari kata “re” yang berarti kembali dan “produksi” yang berarti menciptakan atau membikin. Jadi, reproduksi yakni siklus kehidupan manusia untuk menciptakan keturunan yang bermanfaat melestarikan hidup. Sedangkan kesehatan reproduksi yakni situasi kesehatan fisik, mental dan sosial yang melibatkan fungsi, metode, progres serta organ reproduksi

Seandainya dialami oleh remaja, maka kesehatan yang dimaksud melingkupi sehat reproduksi fisik, mental serta sosial pada remaja. Perlunya edukasi semenjak dini berhubungan metode reproduksi pada remaja, melihat sebagian tahun terakhir banyak sekali terjadi kasus yang melibatkan remaja dalam hal ini. Seperti ancaman HIV/AIDS, angka kelahiran pada remaja usia di bawah 20 tahun, dan sebagainya yang menyebabkan pentingnya edukasi dini bagi remaja.

Pentingnya Pengetahuan Reproduksi pada Remaja

Pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja yakni karena respon dari masyarakat terhadap kebutuhan pengetahuan reproduksi betul-betul rendah. Pengetahuan bagi remaja haruslah joker gaming membantu mereka dalam melaksanakan hidup menjadi lebih dewasa. Berikut ini sebagian hal yang perlu dipahami orang tua berhubungan reproduksi pada remaja.

Ancaman HIV/AIDS
Remaja bisa dikatakan baru mulai mengenal fungsi dari organ reproduksi yang dimilikinya. Umur ini cenderung bergembira mencoba suatu hal yang baru tanpa menentukan risiko secara matang. Hal ini bahkan termasuk pada kategori yang berusia 15-29 tahun. Dikala ini, prosentase infeksi HIV di dunia sekitar 20-25 %. Demikian halnya dengan infeksi menular seksual. Kedua infeksi ini lebih banyak terjadi pada usia ini.

Angka Kelahiran
Kian maju pendidikan, maka semakin mengecil angka kelahiran pada remaja. Sedangkan begitu, tetap wajib memberikan edukasi seksual berhubungan kesehatan organ reproduksi. Kelahiran dini biasanya diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan berhubungan seksual dan kesehatan. Remaja betul-betul membutuhkan pengetahuan berhubungan reproduksi sebelum memasuki level pernikahan.

Pengetahuan Kontrasepsi
Pengetahuan kontrasepsi lebih banyak dikasih oleh pasangan subur yang siap melanjutkan pernikahan. Kecuali itu, juga banyak dikasih penyuluhan terhadap pasangan yang baru menikah. Pengetahuan berhubungan ini sebenarnya juga cukup penting untuk remaja. Minimal, saat mereka menentukan untuk menikah karena menghindari relasi seksual tidak aman, mereka mengenal pencegahan pertama bisa dilakukan mengaplikasikan KB atau kondom seperti KONDOM DUREX EXTRA SAFE ISI 3 – Alat Kontrasepsi Pria (Rp42.100) untuk menghindari kehamilan di usia muda.

Praktik Kesehatan
Berikan pengetahuan berhubungan praktik kesehatan bagi usia remaja. Pengetahuan ini bermanfaat supaya perilaku hidup sehat menjadi suatu kedisiplinan hingga dewasa nanti. Berikan praktik visual dalam mengaplikasikan alat peraga dan metode yang benar untuk membersihkan dan merawat organ reproduksi. Metode ini juga salah satu investasi kesehatan bagi remaja selama hidupnya.

Populasi Remaja
Populasi remaja di dunia saat ini jumlahnya betul-betul besar karena yakni jembatan antara anak-anak dan dewasa, sehingga memiliki ruang yang lebih luas. Maka dari itu, banyaknya remaja juga akan memberi pengaruh keberhasilan program kesehatan pada remaja. Sebagaimana kemajuan suatu bangsa bisa diperhatikan dari perilaku para remajanya.

Aborsi Remaja
Aborsi yakni perbuatan menghentikan kehamilan secara paksa dan disengaja pada bayi dalam kandungan. Berdasarkan data kesehatan, sebagian tahun ke belakang, Indonesia memiliki kasus 2,6 juta aborsi pada setiap tahunnya dan sejumlah 700.000 pelakunya dari kategori remaja. Namun data ini tidak senantiasa benar karena kasus aborsi tidak senantiasa dilaporkan.

Wanita memiliki hak mendapatkan pelayanan kesehatan berupa aborsi dengan metode yang aman. Pelayanan ini bertujuan untuk mengurangi angka kematian maternal, khususnya jika dilakukan oleh remaja. Sedangkan begitu, pencegahan aborsi tetap diutamakan. Pengetahuan ini betul-betul perlu bagi remaja untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, dan bertanggung jawab atas perilakunya.