Program Evaluasi Ketercapaian Program Sekolah Sehat di SMP Negeri 2 Salatiga

Di masa kini, secara sadar maupuntidak sadar, para siswa/i dihadapi denganbanyak tantangan yang mengancamkesehatan jiwa dan lahiriah dengan melakukanperilaku yang tak sehat, seperti banyakmengonsumsi makanan yang tak sehatsehingga berakibat pada timbulnyapenyakit yang cukup serius (Yeni et al,2020).

Perilaku lain yang dikerjakan olehsiswa/i dalam mahjong ways 3 keseharian mereka, sepertitidak terbiasa mencuci tangan sebelummakan juga dapat meningkatkan risikomasuknya kuman dan kuman ke dalamtubuh (Rahmawaty, 2019).

Memperhatikan dilema yang kerap kali dialamioleh siswa/i, diperlukan suatu kebijakanatau hukum dari pemerintah berkaitan sekolahsehat dengan tujuan sebagai salah satu caraagar siswa/i dapat memahami pentingnyakesehatan dan meningkatkan kesehatansiswa/i melewati program sekolah sehat.

Program sekolah sehat menjadi pentingagar siswa/i mampu mengaplikasikanhidup sehat secara bagus dan teratur danmampu meningkatkan kepedulian kepada

lingkungan sekitar (Hermawati et al.,2020; Mukaromah & Rostyaningsih,2016).Tantangan tersendiri yang dihadapi olehsiswa/i salah satunya yaitu kurangnyaaktivitas lahiriah, seperti kurang bergerak dankurang berolahraga sehingga merekamenjadi tak motivasi dan malas untukberaktivitas.

Rendahnya kesadaran siswa/idalam melaksanakan hidup bersih dan sehatsangat minim. Mereka belum sepenuhnyamemahami bagaimana cara memeliharakesehatan pribadi ataupun lingkungannya,padahal situasi kesehatan yaitu halyang sangat penting.

Jikalau hal tersebuttidak diperhatikan, maka akan timbulberbagai jenis penyakit, seperti gigiberlubang, penyakit kulit dan lainsebagainya yang nantinya dapat berdampakterhadap meningkatnya penyakit yangmenyerang siswa/i di sekolah danmenurunnya kwalitas lingkungan sekolahyang bersih dan sehat.

Diperlukan mindset yang bagus dalammenerapkan perilaku hidup sehat secaramemadai melewati pengembangan polahidup bersih dan sehat secara konsistensebagai salah satu solusi untuk mencegahberbagai jenis dilema yang ada(Zubaidah et al., 2017).

Hal ini dapatdiartikan bahwa siswa/i di sekolahberperan sebagai agen perubahan yangnantinya dapat membawa pengaruh positifkepada keluarga berkaitan perilaku hidup dansehat dengan cara memberikan pendidikanatau sosialisasi mengenai hidup sehatsecara teratur, sehingga dapatmenyelesaikan beraneka dilema.

Untuk meningkatkan derajat kesehatansiswa/i dan meningkatkan pembinaanmotivasi penyelenggaraan kesehatansekolah, yaitu melewati pengembangan“Sekolah Sehat”.

Memelihara kesehatandan menghindari perilaku yang kurangsehat, dikerjakan sebagai upaya untukmemberikan kesadaran perilaku hidupsehat bagi masyarakat (Retnowati &Laihad, 2020; Setiawan, 2021).

Sekolahsebagai tempat berlangsungnya kegiatanbelajar mendidik seharusnya menjadi tempatyang dapat menanamkan budaya hidupbersih dan sehat secara lahiriah maupunnonfisik dengan bagus dan benar.

Upaya tersebut dapat berakibat dalampeningkatan derajat kesehatan wargasekolah dan siswa/i untuk berperilakuhidup sehat, memelihara kesehatan, sertameningkatkan kesehatan di lingkungannya(Kurniati et al. 2020; Mukaromah &Rostyaningsih, 2016).

Tercapainyakemampuan siswa/i yang bagus danterjaminnya pelaksanaan kegiatan belajarmengajar didorong oleh kondisilingkungan yang bersih, asri, dan sehat