Arsip Tag: Post-Holiday Blues

Post-Holiday Blues

Apa Itu Post-Holiday Blues? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Libur panjang musim Lebaran udah usai. Jika anda jadi sedih kala kembali beraktivitas usai liburan, mampu menjadi anda terserang post-holiday blues. Apa itu?

Libur Lebaran memang menyenangkan. Kumpul keluarga dan orang-orang tersayang, atau sekadar istirahat me-recharge kekuatan terlampau berguna untuk membuatmu kembali bersemangat di hari-hari berikutnya.

Namun kala itu semua berlalu, tak jarang perasaan sedih dan kesepian jadi merasuk. Dalam psikologi, ini disebut dengan makna post-holiday blues.

Mengutip Health, post-holiday blues mengacu terhadap perasaan jangka pendek yang dialami seseorang setelah liburan, termasuk kesedihan, kesepian, kelelahan, kekecewaan, kelesuan, tekanan mental, atau lebih-lebih ketakutan bakal bulan-bulan yang bakal datang.

“Liburan menawarkan kala bagi kebanyakan orang untuk memfokuskan kekuatan mereka terhadap tugas mendekorasi, sebabkan kue, merencanakan, dan berikan hadiah,” Nicole Hollingshead, PhD, psikolog dan asisten profesor klinis Kedokteran Keluarga dan Komunitas di The Ohio State University Wexner Medical Center.

“Setelah liburan berakhir, orang kemungkinan jadi tersesat atau hampa tanpa lakukan kesibukan yang punya tujuan untuk menopang mereka fokus.”

Karena itu, mutlak untuk memahami tanda-tanda post-holiday blue dan langkah mengatasinya.

Gejala post-holiday blues

Ada lebih dari satu tanda-tanda post-holiday blues yang biasa muncul. Beberapa tanda-tanda di antaranya mampu serupa dengan depresi secara klinis.

Berikut lebih dari satu tanda-tanda post-holiday blues, mengutip Very Well Health:

– jadi cemas,
– tak bergairah,
– suasana hati buruk,
– ringan tersinggung dan marah,
– stres,
– insomnia,
– ketakutan bakal suasana finansial.

Baca juga:

Apa Itu Penyakit Radang Usus Buntu?

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Berat Badan

Cara menangani post-holiday blues

Setelah memahami apa itu post-holiday blues, mutlak termasuk untuk memahami sejumlah langkah mengatasinya sebagai berikut:

1. Tidur cukup

Penting untuk memperoleh tidur yang lumayan tiap-tiap hari, tidak hanya untuk menjaga kesehatan mental, tapi termasuk untuk mencegah suasana kritis seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, dan tekanan mental.

Rekomendasi CDC menyebut orang dewasa berusia 18 th. ke atas direkomendasikan untuk tidur setidaknya tujuh jam tiap-tiap malam.

2. Pola makan yang sehat

Stres tambahan sepanjang musim liburan mampu sebabkan orang mengonsumsi makanan lebih tinggi lemak dan gula, yang sesudah itu mampu sebabkan lebih banyak stres atau kecemasan.

Untuk menjaga tradisi makan yang sehat sepanjang liburan dan hari-hari setelahnya, cobalah memberikan atau mengganti makanan yang lebih sehat, termasuk buah-buahan dan sayuran segar, ke di dalam rancangan makan Anda.

3. Olahraga ringan

Cara melawan post-holiday blues setelah itu adalah lakukan olahraga ringan.

Aktivitas fisik mampu menopang menambah suasana hati. Pasalnya, mengolah endorfin atau hormon suka meningkat kala berolahraga.

4. Membuat to-do list

Seseorang berisiko mengalami post-holiday blues salah satunya gara-gara tak punya tujuan setelah liburan usai. Maka dari itu, cobalah buat daftar hal-hal yang menginginkan dilaksanakan setelah libur usai.

Merencanakan sesuatu, baik besar atau kecil, mampu menopang Anda mempertahankan kegembiraan setelah peristiwa liburan usai.

5. Mencoba suatu hal yang baru

Usai liburan berlalu, Anda mampu coba kesibukan baru, seperti coba resep baru di tempat tinggal atau ikuti kelas yang udah lama Anda minati.

“Saat kami jadi sedih atau tertekan, kami kerap kali kehilangan impuls untuk lakukan sesuatu,” kata Hollingshead.

“Memiliki suatu hal yang dijadwalkan sebelumnya menopang kami untuk senantiasa bertanggung jawab dan lakukan hal-hal yang terhadap kelanjutannya menopang kami jadi lebih baik.”

Itulah penjelasan perihal apa itu post-holiday blues serta tanda-tanda dan langkah mengatasinya. Semoga bermanfaat.